Gambaran Umum

Dalam visi pembangunannya, Kabupaten Maluku Tenggara Barat mencantumkan keinginannya untuk mampu berperan aktif dalam pergaulan serta hubungan internasional khususnya diberlakukannya perdagangan bebas dalam bentuk AFTA, APEC dan WTO.
Keinginan tersebut bukan tanpa alasan dan dasar yang kuat. Selain potensi daerah yang sangat melimpah, pemerintah daerah ini juga tengah giat melaksanakan program-program unggulan.

Sederet program strategis pembangunan telah ditetapkan, antara lain : peningkatan kesejahteraan rakyat; Pengembangan kualitas sumberdaya manusia; Pembinaan pemerintah daerah yang bersih, berwibawa, produktif, inovatif, dan bebas dan KKN; Penanggulangan sarana dan prasarana politik dan pemerintahan, sosial ekonomi, sosial budaya dan pertahanan, memperpendek rentang kendali, pengawasan dan pengembangan otonomi daerah; Peningkatan pertahanan keamanan rakyat; dan pengembangan wawasan kebangsaan.

KONDISI UMUM.

Keindahan panorama pulau-pulau beserta wilayah lautnya di Maluku Tenggara Barat, oleh Nico De Jonge dan Toos Van Dijk (1995) disebut sebagai “forgotten islands of Indonesia”.
Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang dibentuk berdasarkan UU No. 46 tahun 1999 mi memang tersusun atas gugusan pulau-pulau nan elok. Daerah ini memiliki wilayah seluas 125.442,4 Km2 yang terdiri lautan seluas 110.838,4 Km2 (88,37%) dan daratan seluas 14.584 Km2 (11,63 %). Oieh karena itu filosofi pembangunan di Maluku Tenggara Barat (MIB) diarahkan / dibangun dari laut ke darat dengan mendewakan laut dan bertumpu didarat. yang berbatasan langsung dengan Laut Banda, Laut Timor dan Lautan Arafura. Topografi wilayahnya sangat bervariasi mulai dataran rendah, berbukit dan bergunung.

Pada tahun 2003 jumlah penduduknya mencapai 152.732 jiwa dengan angka kepadatan sekitar 10 orang/ Km2. Sekalipun sebagai kabupaten baru, kegiatan perekonomian di Maluku Tenggara Barat dapat dikatakan cukup bergairah. Pada tahu 2003, penerimaan anggaran pembangunan mencapai Rp. 192.535.316.550,- sedangkan pada tahun 2002, produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan harga konstan yang sebesar Rp. 152.932.930.000,- dan harga berlaku yang mencapai Rp.367.632.330.000 didominasi oleh sektor pertanian diikuti sektor perdagangan, hotel dan restoran, serta sektor jasa-jasa

Dengan gugusan pulau dan wilayah laut yang memiliki potensi dan panorama menakjubkan, tidak berlebihan jika Kabupaten Maluku Tenggara Barat menjadikan sektor kelautan dan pariwisata sebagai sektor unggulan dalam menarik investasi. Sementara sektor lainnya sebagai penopang bagi kegiatan investasi dan perdagangan adalah sektor pertanian dan perkebunan, pertambangan, peternakan, kelautan dan perikanan, kehutanan, serta industri kerajinan.

SEKTOR PARIWISATA

Objek – objek wisata yang dapat dikembangkan oleh para investor meliputi objek wisata pantai, wisata agro, wisata sejarah, wisata buru dan wisata budaya. Hingga saat mi, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sehingga sangat membutuhkan uluran tangan investor. Pemandangan laut yang indah dan mempesona karena kaya akan ganggang laut dan jenis ikan yang elok menjadikan para penyelam akan betah berlama-lama dalam menjelajahi alam bawa laut, sungguh suatu yang luar biasa berkat anugerah Yang
Maha Kuasa.

SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN

Dengan luas laut hampir 90% dan total luas wilayah, Kabupaten Maluku Tenggara Barat memiliki potansi kalautan dan perikanan yang sangat melimpah.
Beberapa komoditas yang terkandung di wilayah lautnya berpotensi besar sebagai penentu meningkatnya perekonomian daerah sekaligus pendapatan masyarakat.

Diperkirakan terdapat sekitar 780 jenis ikan, baik ikan karang, tuna, ikan dasar, serta non ikan lainnya seperti udang ( penaid), udang karang (lobster), teripang, rumput laut, kerang-kerangan seperti batu laga (turbo marmoratus) dan lola(trochus nilotikus), serta jenis lainnya, dengan potensi lestari mencapai 1,35 juta ton setiap tahunnya.
Potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Hingga saat ini produksinya baru mencapai 300.000 – 600.000 ton.